Serbuan Jantung, Anggota Skuad Juara Arema Malang Wafat Dunia

Posted on

 

Arema berduka. Salah seseorang penggawa mereka kala mencapai gelar juara Galatama 1992- 1993 silam, Mahdi Haris, wafat dunia.

Mahdi, yang karib disapa Bang Meok ini, wafat, Jumat( 19/ 06) jam 22. 30. Laki- laki yang pula ialah salah satu penggawa dini Singo Edan, julukan Arema Malang ini, wafat pada umur 64 tahun.

Mahdi wafat akibat sakit. Dia diprediksi terserang serbuan jantung usai bercengkerama dengan rekan- rekannya, sesama eks penggawa Arema.

Bagi keluarganya, Mahdi tidak memiliki riwayat sakit jantung. Tetapi, laki- laki kelahiran Jakarta ini memanglah memiliki riwayat sesak nafas.

Jenazah Mahdi sendiri dimakamkan di Pemakaman Universal Madyopuro Kota Malang, Sabtu( 20/ 06) siang. Tidak hanya oleh keluarga, pemakaman ini pula dihadiri sahabat- sahabat Mahdi di dunia sepak bola semacam Joko Susilo, Kuncoro, Aji Santoso, Yanuar Hermansyah, Agus Yuwono, Totok Anjik, serta beberapa eks pesepak bola lain.

Wafat Dikala Bercengkerama

Bagi Siswantoro, yang menemani almarhum pada saat- saat terakhirnya, jelang meninggalnya almarhum tidak sekali juga mengeluhkan sakit. Apalagi, pada pertemuan terakhir mereka, di suatu warung di kawasan Soekarno Hatta Kota Malang, almarhum Mahdi nampak riang.

” Dia terus bercanda. Almarhum membuka satu per satu gambar kenangan kala masih bermain bola dahulu. Seluruh dia komentari dengan nada bercanda,” tutur Siswantoro, pada tabletkicellulit.

” Setelah itu, dia pula pernah melaksanakan video call dengan Kuncoro. Mereka juga bercanda,” sambung asisten pelatih Arema FC pada masa 2019 ini.

Siswantoro menyebut, usai dari wc, almarhum langsung kejang. Kami bawa ke rumah sakit yang tidak jauh dari warung tersebut. Tetapi, hingga situ, dia telah tidak terdapat,” tandasnya.

Wujud Senantiasa Ceria

Sedangkan itu, salah seseorang pendiri Arema Malang, Ovan Tobing, juga mengatakan kenangannya terhadap wujud almarhum Mahdi Haris.

” Meok merupakan figur yang banyak tertawa,” kata Ovan, dalam sambutannya di rumah duka Mahdi Haris, di kawasan Sawojajar Kota Malang.

” Perihal ini tidak hendak dibiarkan oleh sahabat. Hidupnya juga tidak sempat jauh dari bundaran sahabat bola,” sambungnya.

OT, sapaan karib Ovan Tobing, menyebut kalau almarhum ialah wujud yang dia ajak bernegosiasi buat menguatkan Arema Malang, kala baru berdiri. Waktu itu, Mahdi masih menguatkan Arseto Solo.

” Dia merupakan generasi dini Arema, yang aku perundingan sendiri. Aku melaksanakan perundingan dengannya kala Arseto menuntaskan musimnya, dengan melawan Niac Mitra,” tutur OT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *